
Bantul (6/8). Sub Seksi Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya (PKOSB) PAC LDII Kalurahan Temuwuh bekerja sama dengan Persinas ASAD Kapanewon Dlingo menggelar latihan bersama ilmu seni beladiri ASAD. Berlangsung di halaman kompleks Masjid Baitul Makmur, Kalurahan Temuwuh, Dlingo, pada Senin malam (14/7).
Latihan bersama ini menjadi wadah positif bagi para generasi muda untuk mendalami seni beladiri pencak silat, sekaligus sebagai sarana membangun kebugaran jasmani dan mental yang kuat.
Pelatih Persinas ASAD Dlingo, Yuslim Edi Purnama, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan utama untuk menjaga dan melestarikan seni beladiri pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
“Latihan ini bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur seni beladiri pencak silat sekaligus sebagai sarana untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, kuat, dan bugar,” ujar Yuslim Edi Purnama
Selain manfaat fisik, latihan bersama ini juga membawa nilai pembinaan karakter bagi peserta. Rano Kartika, Pembina ASAD Kapanewon Dlingo, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia.
“Latihan ASAD bersama ini tidak hanya membentuk pribadi yang sehat, kuat, dan tangguh, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi generasi muda untuk menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Yuslim Edi Purnama.
Apresiasi juga datang dari Andriyanto, perwakilan dari Tim Sub Seksi PKOSB PAC LDII Kalurahan Temuwuh. Ia mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kolaborasi Persinas ASAD dalam mendukung pembinaan pemuda melalui kegiatan positif seperti pencak silat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kolaborasi Persinas ASAD dalam berkontribusi pada pembinaan generasi muda melalui kegiatan beladiri pencak silat,” ungkap Andriyanto.
Melalui kegiatan ini, tampak bahwa pembinaan pemuda tidak hanya dilakukan lewat pendidikan formal, tetapi juga melalui olahraga tradisional yang sarat nilai-nilai luhur. Latihan ASAD bersama menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antarorganisasi mampu memberikan kontribusi positif bagi pembentukan karakter generasi muda.
Diharapkan, kegiatan serupa terus berlanjut dan diperluas, agar lebih banyak pemuda dapat merasakan manfaatnya — baik dalam aspek fisik, mental, maupun spiritual. Seni pencak silat bukan hanya tentang gerakan beladiri, tetapi juga tentang pelestarian budaya, pembentukan jati diri, dan pembangunan karakter bangsa. (*/alek)
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia