
Bantul (6/8). PC LDII Kapanewon Kasihan menggelar Pengajian Kemahasiswaan dan Keakraban dengan tema “Meningkatkan Generus yang Cerdas dalam Menghadapi Quarter Life Crisis” di Masjid Al Barokah, Gonjen pada Sabtu (19/7). Pengajian dihadiri pemuda LDII di Kapanewon Kasihan yang berstatus mahasiswa.
Penasihat PC LDII Kasihan, H. Nursahid dalam nasihat pembukanya menyampaikan bahwa remaja menjadi penerus bangsa, maka bekal itu harus didapatkan saat masa mudanya. “Terlebih dengan ada tambahan ilmu di jenjang perkuliahan sehingga memiliki wawasan yang luas dan kritis dalam menyikapi permasalahan. Didasari nilai agama yang kuat diharapkan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan religius,” jelasnya.
Menghadapi Quarter Life Crisis, materi utama disampaikan Dosen Prodi Kesehatan salah satu kampus di Yogyakarta, Deby Zulkarnain. “Mental yang kuat pada masa usia krisis diawali dari faktor religiusitas yang baik. Mahasiswa yang dapat megimplementasikan ibadahnya dengan baik dan khusuk akan mudah melewati masa-sama krisis saat remaja,” ujarnya.

Dijelaskan Deby, mahasiswa yang merupakan generasi Z dihadapkan pada kondisi serba digital dan luasnya media sosial menjadikan mental mereka mudah goyah. “Mereka lebih rentan terhadap permasalahan-permasalah di sekitarnya seperti komunikasi dengan orangtua, teman, sulit mencari jalan keluar alternatif yang minim risiko dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ia mengutip buku David R. Hawkins yang menjelaskan bahwa dibutuhkan kesadaran spiritual dan kesadaran power untuk menuju pada kesuksesan yang nyata. “Apa yang ada dalam hati manusia dan dalam pikiran akan ditentukan oleh kekuatan kesadaran kita sendiri, semua tidak serba kebetulan tapi disengaja oleh manusianya,” ujarnya.
Untuk itu, Deby berharap, para generasi mahasiswa LDII khususnya di Kapanewon Kasihan dengan pembinaan karakter luhur yang intensif dapat membentuk jiwa dan mental kuat serta bisa mencontoh suri tauladan yang baik dari Nabi Muhammad SAW.
“Mahasiswa harus bisa disiplin, toleransi, sopan, santun, tidak menyaiti sesama, dan bisa menyelesaiakan masalah dengan pendekatan nilai nilai agama. Seperti diawali berdoa, membiasakan bersyukur, mengalah untuk kebaikan, jujur kepada siapa saja, serta bisa menghormat kepada orangtua maupun orang yang lebih tua,” pungkasnya yang juga Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bantul.
Acara diakhiri dengan keakraban makan bebakaran bersama sebagai bentuk ramah tamah menjalin kerukunan dan kekompakan. (*/Dby)
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia