Meneladani Pengorbanan Nabi, Semangat Berbagi Warga LDII Ngestiharjo Pada Idul Adha 1446 H/2025 M

LDII Ngestiharjo
Warga PAC LDII Ngestiharjo menghidupkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Bantul (10/6). Kumandang takbir menggema penuh khidmat di pagi Idul Adha. Di tengah suasana haru dan syukur, warga PAC LDII Ngestiharjo menghidupkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Tahun ini, dua titik pelaksanaan kurban Masjid Al Mustaqim dan Masjid Baitul A’la menjadi saksi semangat kolektif warga dalam meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS. Sebanyak 9 ekor sapi dan 17 ekor kambing dikurbankan dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik kepada warga LDII maupun lingkungan sekitar.

“Kami jajaran PAC LDII Ngestiharjo mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H kepada seluruh warga. Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi inspirasi dalam meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT,” ujar salah satu pengurus harian PAC LDII Ngestiharjo.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi warga LDII Ngestiharjo. “Alhamdulillah jazakumullahu khoira atas kontribusi seluruh warga LDII Ngestiharjo. Kegiatan ini berjalan aman, lancar, dan penuh barokah. Ini tidak hanya ibadah, namun juga wujud dari kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Menghidupkan Warisan Keteladanan Nabi

LDII Ngestiharjo
Warga PAC LDII Ngestiharjo menghidupkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Dalam khutbah Idul Adha yang mengiringi pelaksanaan sholat, jamaah diajak merenungi kisah penuh keteladanan dari keluarga Nabi Ibrahim AS. Beliau memohon kepada Allah untuk dikaruniai anak yang saleh dan doanya dijawab dengan hadirnya Ismail, sosok yang “halim”: penyabar, pemaaf, dan penuh budi pekerti.

Puncaknya adalah saat keduanya diuji: seorang ayah diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Tapi yang terlahir bukan ratapan atau penolakan, melainkan ketaatan tulus dari dua insan yang begitu yakin pada janji dan rahmat Tuhannya.

“Wahai ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar” (QS Ash-Shaaffaat: 102).

Empat pelajaran penting disampaikan dalam khutbah. Pertama, iman akan diuji, dan ujian itu menegaskan kualitas keimanan seseorang. Kedua, takwa adalah pondasi, bahkan untuk menaklukkan perintah terberat sekalipun. Ketiga, patuh pada orang tua, menjadi cermin ketaatan kepada Allah. Keempat, sabar dan syukur, adalah jalan menuju keberkahan dan keselamatan.

Khutbah ditutup dengan ajakan untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum penyucian hati, penguatan nilai berbagi, dan pembentukan karakter mulia.

Warga LDII Ngestiharjo menunjukkan bahwa kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih ego, menumbuhkan empati, dan menebar manfaat. Daging kurban disampaikan langsung kepada masyarakat yang berhak, termasuk para tokoh masyarakat sebagai bentuk silaturahim dan penghargaan.

“Semoga semangat ini tumbuh menjadi budaya kebaikan tiap tahun dan Allah selalu beri kemudahan dan pertolongan kepada kita semua,” pungkas pengurus PAC LDII Ngestiharjo.

Kemeriahan dan kekhidmatan Idul Adha kali ini semakin lengkap dengan kehangatan kebersamaan, aroma tengkleng kambing, dan senyum yang tulus dibagikan dari rumah ke rumah. Inilah wajah Islam yang penuh rahmat dari pengorbanan, tumbuhlah kedekatan.

Check Also

Remaja Masjid PC LDII Sewon dan Bantul Kerja Bakti Sambut Ramadan, Wujudkan Masjid Bersih dan Nyaman

Bantul (22/2) – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, remaja masjid di bawah naungan PC LDII …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *