Resep Sehat dan Mudah, Remaja LDII Banguntapan Membuat Salad Buah

Salad Buah
Remaja PC LDII Banguntapan membuat salad buah yang merupakan resep mudah dan sehat.

Bantul (20/2) – Menjaga kesehatan setiap diri merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Bisa melalui olahraga atau menjaga asupan makanan yang dimakan sehari-hari. Bahkan pada hari-hari ini, makanan sehat menjadi sebuah tren. Salad buah contohnya, yang saat ini semakin dikenal di kalangan masyarakat.

Salad buah tidak hanya semata-mata karena enak, tetapi makanan ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang perlu supply gizi yang sehat dengan cara yang praktis. Kombinasi rasa manis dan segar dari buah lalu bertemu dengan rasa asam dari dressing salad merupakan alasan mengapa masyarakat menyukai salad.

Resep sehat dan mudah itu pun dipraktikkan remaja PC LDII Banguntapan. Mereka remaja putri yang berusia 13 tahun ke atas ramai-ramai berkumpul di Masjid Baitul A’la Baturetno, Banguntapan untuk bersama-sama membuat salad buah, Sabtu (17/2/2024). Buah yang telah disediakan panitia antara lain buah apel, semangka, melon, dan buah naga.

Mula-mulanya peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok memotong satu jenis buah. Masing-masing peserta diminta untuk membawa pisau dan memotong buah tersebut di atas talenan. Semua buah yang sudah dipotong kemudian ditata di meja, peserta kemudian mengantri buah tersebut menggunakan wadah dan sendok plastik yang disediakan panitia.

Mayones dan keju pun sudah disediakan panitia dan diletakkan pada akhir barisan. Peserta pun menikmati salad buah bersama. “Acara ini bagus dilaksanakan disela-sela pengajian yang sudah rutin dilaksanakan,” kata Seha salah satu peserta.

Salad Buah
Pemateri seorang dosen gizi dari Universitas Respati Yogyakarta, Devillya Puspita Dewi, S.Gz., MPH.

Sebelumnya, para peserta diberikan materi tentang Sosialisasi Gizi Seimbang yang menghadirkan pemateri seorang dosen gizi dari Universitas Respati Yogyakarta, Devillya Puspita Dewi, S.Gz., MPH. Dalam pemaparan materinya, Devillya mengatakan bahwa asupan gizi penting bagi usia remaja, terutama pada periode delapan ribu hari pertama kehidupan (HPK) yaitu sejak remaja putri sebelum hamil.

“Masalah yang rentan terjadi apabila asupan gizi tidak terpenuhi akan memberikan dampak yang berlanjut hingga usia dewasa, seperti kasus periode menstruasi yang tidak teratur atau sulit mendapatkan anak saat sudah menikah,” jelas Devilya.

Beberapa peserta terlihat sangat antusias saat mendengarkan pemaparan materi dari narasumber. Hal tersebut dibuktikan dengan pertanyaan yang diajukan oleh beberapa peserta saat sesi tanya jawab.

Check Also

LDII Bambanglipuro

LDII Hadiri Dialog FKUB Kapanewon Bambanglipuro ‘Kerukunan Dalam Pilkada 2024’

Bantul (13/6) – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII Kapanewon Bambanglipuro menghadiri undangan dialog Forum Kerukunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *