Audiensi dengan Wabup, LDII Bantul Sampaikan Rencana Musda IX dan Alkarima Festival

LDII Bantul
Pengurus DPD LDII Bantul melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, untuk melaporkan kegiatan Musda IX dan Alkarima Festival yang akan digelar pada 21-22 November 2026.

Bantul (5/11). DPD LDII Kabupaten Bantul menyiapkan Alkarima Festival sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus mempererat silaturahim antarelemen masyarakat. Kegiatan yang akan digelar pada 21–22 November 2026 di kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Jetis, Bantul, tersebut menghadirkan beragam agenda edukatif, keagamaan, dan sosial.

Rencana kegiatan tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro, saat bersilaturahim dengan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, di ruang kerja Wakil Bupati, Kamis (5/11/2026). Audiensi tersebut sekaligus melaporkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) IX LDII Bantul yang akan digelar pada 22 November 2026.

Nanang mengatakan, Alkarima Festival menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai kelompok usia agar saling mengenal, berinteraksi, dan menyampaikan aspirasi.

“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menjaring aspirasi warga sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam merangkai kegiatan,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, hari pertama Alkarima Festival diawali dengan Festival Anak Saleh tingkat Kabupaten Bantul. Agenda dilanjutkan dengan kelas digital berupa pelatihan videografi dan fotografi bagi generasi muda.

“Pada malam harinya, panitia menggelar Ngopi Bareng sebagai sarana mempererat keakraban antargenerasi muda,” katanya.

Sementara itu, hari kedua kegiatan diisi dengan jalan sehat dan pengajian yang melibatkan remaja. Panitia juga menghadirkan bazar sedekah barang bekas layak pakai serta pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Jetis.

LDII Bantul
Pengurus DPD LDII bersama Wabup Bantul Aris Suharyanta.

“Bazar sedekah barang bekas tersebut menjadi bentuk kepedulian LDII terhadap persoalan lingkungan melalui prinsip reuse atau penggunaan kembali barang yang masih memiliki manfaat,” pungkas Nanang.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengapresiasi kegiatan LDII yang dinilai dapat menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan generasi muda. Ia berharap organisasi kemasyarakatan turut mengambil peran dalam mengarahkan generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku negatif.

Aris menyoroti persoalan judi online dan pinjaman online (pinjol) yang menurutnya turut berkontribusi terhadap keretakan rumah tangga, terutama pada pasangan usia muda di Bantul. “Angka perceraian tinggi itu didominasi rumah tangga muda. Setelah kita telusuri, ternyata ada yang terlibat judi online dan pinjaman online,” ungkapnya.

Menurut Aris, dampak judi online dan pinjol tidak hanya dirasakan pelaku, tetapi juga dapat merembet kepada anggota keluarga. Karena itu, ia menilai pembinaan generasi muda perlu disertai edukasi literasi keuangan agar mereka mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak terjerat praktik tersebut.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Jangan sampai generasi muda terjerumus ke judi maupun pinjol. Mereka juga membutuhkan literasi tentang pengelolaan keuangan yang tepat,” pesannya.

Ia berharap LDII turut mengingatkan warganya mengenai bahaya judi online, pinjol, dan berbagai perilaku negatif lainnya. Menurutnya, generasi muda merupakan aset sekaligus harapan masa depan Kabupaten Bantul yang perlu mendapat perhatian dan pembinaan bersama.

Melalui Alkarima Festival dan Musda IX, LDII Bantul berupaya memperkuat pembinaan generasi penerus sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi di bidang keagamaan, sosial, kesehatan, dan lingkungan.

Check Also

Ponpes Nur Aisyah MDT Al Ikhsan

Ponpes Nur Aisyah dan MDT Al Ikhsan Terima Penghargaan Administrasi EMIS 2026

Bantul (18/10). Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Aisyah, Jetis dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Ikhsan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *