
Bantul (6/7). Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kalurahan Tamantirto menggelar Festival Generus Sholeh (FGS) diikuti 131 peserta dari empat Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kalurahan Tamantirto. Kegiatan yang menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus mengukur perkembangan pemahaman agama generasi muda tersebut berlangsung di Kompleks Masjid Al Barokah, Gonjen, Bantul, pada Minggu (5/7/2026).
Ketua PAC LDII Kalurahan Tamantirto, Estu Suprih Prayoga, menegaskan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter.
“Festival Generus Sholeh ini bertujuan sebagai pembinaan generasi penerus, bukan hanya sekadar lomba. Harapannya lima, sepuluh, hingga lima belas tahun ke depan akan lahir generasi bangsa yang berakhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Estu juga mengapresiasi seluruh panitia, pemuda, dan pengurus yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia berharap FGS dapat menjadi agenda rutin sehingga pembinaan generasi muda berlangsung secara berkesinambungan.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dukuh Gonjen, Jito Didit Suyitno. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga mempererat silaturahim, menanamkan sportivitas, dan menggali potensi generasi muda dalam memahami nilai-nilai keagamaan.
“Kami mengapresiasi PAC LDII Kalurahan Tamantirto yang telah menyelenggarakan festival ini dengan meriah. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena sangat bermanfaat bagi pembinaan karakter dan pengembangan bakat anak-anak,” katanya.

Ia juga berharap pembinaan melalui kegiatan keagamaan dan seni mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, alim sekaligus memiliki prestasi di berbagai bidang. Selain itu, penampilan pencak silat Persinas ASAD diharapkan dapat memotivasi lahirnya atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Tamantirto hingga Kabupaten Bantul.
Sementara itu, Ketua Panitia Gani Taqsa Maqroja, menjelaskan FGS menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran yang selama ini dilakukan melalui kegiatan mengaji rutin. Menurutnya, festival berfungsi sebagai tolok ukur sejauh mana peserta mampu memahami dan mempraktikkan materi yang telah dipelajari.
“Festival Generus Sholeh bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi parameter untuk mengetahui perkembangan kemampuan para generus setelah mengikuti pembelajaran secara berkesinambungan,” jelasnya.
Sebanyak 131 peserta dari MDT Awalulmukminin, MDT Al Ikhsan, MDT Al Barokah 1, dan MDT Al Barokah 2 mengikuti lima cabang lomba, yakni adzan, Cerdas Cermat Agama (CCA), tartil Al Quran, dai, dan mewarnai. Panitia juga menghadirkan bazar UMKM sebagai upaya mengangkat potensi usaha warga LDII sekaligus memotivasi generasi muda mengenal dunia kewirausahaan sejak dini.
Melalui Festival Generus Sholeh, PAC LDII Kalurahan Tamantirto berharap dapat mewujudkan Tri Sukses Generus, menanamkan 29 Karakter Luhur, meningkatkan motivasi belajar, serta mempersiapkan generasi emas Indonesia yang profesional dan religius.
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia