LDII Banguntapan Bekali Remaja Putri Cara Kelola Emosi di Era Digital

Keputrian LDII Banguntapan
Ibu-ibu dan remaja putri LDII Banguntapan mengikuti pembekalan tentang cara mengenal emosi diri

Bantul (23/10) — Menghadapi derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial, kemampuan mengelola emosi menjadi bekal penting bagi generasi muda. Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, LDII Banguntapan menggelar Pengajian Ibu-Ibu dan Generus Putri berusia 17 tahun ke atas di Masjid Sunten Permai, Minggu (4/10/2026).

Materi disampaikan oleh dr. Iin Nadzifah Hamid yang membahas pentingnya menjaga kesehatan emosional, khususnya dalam menghadapi tekanan sosial dan digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan emosional serta cara mengenali dan mengelola emosi secara sehat. Selain itu, kegiatan ini juga membekali para ibu dengan pemahaman tentang pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan suportif dalam keluarga.

Dalam pemaparannya, dr. Iin menjelaskan bahwa kecemasan merupakan respons yang normal. Namun, kecemasan perlu diwaspadai apabila terjadi secara berlebihan, berlangsung terus-menerus, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Rasa cemas sebenarnya merupakan respons yang normal. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kecemasan muncul terlalu sering, berlebihan, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Iin.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan ruang komunikasi yang aman bagi anak. Menurutnya, orang tua perlu mendengarkan perasaan dan cerita anak tanpa menghakimi ataupun membandingkannya dengan orang lain.

“Memvalidasi perasaan anak bukan berarti membenarkan semua tindakannya. Validasi adalah bentuk empati agar anak merasa dipahami, sekaligus membantu anak memahami batasan yang sehat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah teknik sederhana untuk mengelola emosi. Teknik tersebut meliputi grounding 5-4-3-2-1 untuk membantu seseorang kembali menyadari kondisi saat ini, expressive writing atau menulis jurnal emosi untuk mengekspresikan perasaan, serta metode pause yang membantu seseorang mengambil jeda sebelum merespons ketika emosi sedang memuncak.

Melalui kegiatan ini, LDII Banguntapan berharap peserta semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan emosional, lebih bijak dalam menghadapi tekanan di era digital, serta mampu membangun pola komunikasi yang positif di lingkungan keluarga. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh secara emosional dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih baik.

Check Also

CAI LDII BANGUNTAPAN

LDII Banguntapan Gelar CAI 2026, Dorong Generus Perkuat Kemandirian dan Persaudaraan

Foto bersama peserta Camping CAI remaja LDII Banguntapan Bantul (28/9) – PC LDII Banguntapan menggelar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *