
Bantul (28/7). Ratusan generasi muda LDII se-Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) yang digelar DPD LDII Kabupaten Bantul. Kegiatan yang menjadi wadah pembinaan generasi muda LDII tersebut berlangsung di Pusdiklat Senkom Bantul, pada 24-26 Juli 2026.
Kegiatan CAI Bantul 2026 dibuka oleh Panewu Anom Kapanewon Sanden, Ibnu Raharja, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimcam) Sanden. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan.
Ibnu Raharja mengapresiasi pelaksanaan CAI sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan intelektual, tetapi juga membentuk karakter mandiri, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami dari Kapanewon Sanden mengapresiasi dan ikut bangga dengan kegiatan Camping Cinta Alam Indonesia ini. Rangkaian kegiatannya tidak hanya melatih fisik dan pikiran, tetapi tujuannya membentuk karakter mandiri dan kerja sama tim. Ini tidak hanya berguna bagi peserta, tetapi juga menjadi kekuatan LDII untuk terus berlanjut sampai generasi selanjutnya, hingga menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Ibnu.
Ia berharap CAI dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan alam Indonesia. Generasi muda LDII juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika zaman.
“Harapan kami, generasi penerus LDII lebih mencintai bangsa Indonesia dan alam Indonesia, serta menjadi generasi yang dapat diandalkan sebagai agen perubahan. Perubahan zaman ke depan tentu tidak semakin mudah, sehingga generasi muda harus memiliki karakter yang tangguh, mandiri, dan membanggakan,” katanya.
Menurut Ibnu, CAI juga memberikan pengalaman belajar yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran akademik di sekolah. Interaksi langsung dengan alam dan kegiatan kelompok menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, berpendapat, serta membangun kerja sama tim.
“Di sekolah mungkin sudah diajarkan berbagai hal, tetapi ada pembelajaran yang harus dilakukan langsung di alam dan melalui praktik lapangan. Kegiatan seperti CAI menjadi ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar bekerja sama dan membentuk karakter,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Bantul, Tavif Raharja, mengatakan CAI merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membina generasi penerus melalui penguatan 29 karakter luhur. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Ini merupakan komitmen kami dalam membina generasi penerus dengan 29 Karakter Luhur. Kami juga mendukung program pemerintah, khususnya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari bangun pagi, beribadah, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, hingga bersosialisasi dengan masyarakat,” ujar Tavif.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda dilakukan secara berkelanjutan karena keberadaan generasi penerus yang kuat menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan bangsa. LDII Bantul, kata dia, berkomitmen mempersiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Negara yang kuat memiliki generasi penerus yang kuat. Harapan kami, warga LDII dapat ikut berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, tepat 100 tahun setelah Indonesia merdeka,” katanya.
Kegiatan CAI diikuti sebanyak 550 orang yang terdiri dari peserta dan panitia. CAI Bantul 2026 mengangkat tema “Membentuk Generasi Cinta Alam yang Berakhlak Peduli dan Bermanfaat bagi Sesama dan Alam Semesta”, kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda LDII melalui kegiatan alam terbuka dan penguatan karakter.
Ketua Panitia CAI Bantul 2026, Darmanta, mengatakan kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ia menyebut sekitar 90 persen generasi penerus (generus) LDII dapat hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah CAI Bantul 2026 berjalan lancar dan sukses. Antusias peserta sangat baik. Kami juga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah terhadap kegiatan kami,” ujar Darmanta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja secara maksimal dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan CAI menghadapi tantangan kondisi alam. “Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah benar-benar totalitas menyukseskan acara, meskipun harus berjuang dengan kondisi alam yang cukup dingin dan angin kencang,” ujar Darmanta.
Melalui CAI Bantul 2026, DPD LDII Bantul mendorong generasi muda untuk memiliki karakter religius, berakhlak mulia, mandiri, mampu bekerja sama, serta peduli terhadap lingkungan. Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan perubahan zaman sekaligus berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan alam semesta.
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia