Siapkan Generasi Tangguh dan Berkarakter, Tiga PC LDII Gelar Pengajian Generus

Pengajian LDII
PC LDII Kapanewon Playen, Patuk, dan Dlingo menggelar pengajian generus untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter.

Gunungkidul (6/9). Kesadaran akan pentingnya regenerasi dan pembentukan karakter generasi muda tidak hanya berhenti pada wacana. PC LDII Kapanewon Patuk, Playen (Kabupaten Gunungkidul), dan Dlingo (Kabupaten Bantul) membuktikannya melalui langkah konkret.

Yakni dengan menggelar pengajian khusus bagi remaja dan pengurus pada 30–31 Agustus 2025 di Masjid Darul ‘Ilmi, Padukuhan Banaran 2, Kapanewon Playen. Kegiatan lintas kapanewon ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah sinergi untuk memperkuat tiga fondasi penting: sukses pendidikan agama, sukses pendidikan umum, dan sukses penerapan 29 karakter luhur.

Materi pengajian juga menyentuh isu strategis seperti pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan, menandakan bahwa penguatan karakter tidak boleh lepas dari kepedulian terhadap tantangan zaman.

“Regenerasi bukan hanya keniscayaan, tapi kebutuhan mendesak. Di tengah derasnya arus informasi yang bisa menggerus akhlak, kita butuh generasi muda dengan karakter luhur,” tegas Supardo, Ketua PC LDII Kapanewon Dlingo, menyoroti urgensi pembinaan karakter sejak dini.

Pengajian LDII
PC LDII Kapanewon Playen, Patuk, dan Dlingo menggelar pengajian generus untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berkarakter.

Senada dengan itu, Penasehat PC LDII Playen Sukadi menekankan pentingnya soliditas antarpengurus. “Membangun generasi penerus yang kuat butuh kesungguhan dan komitmen bersama. Ini amanah yang harus kita jawab dengan keteladanan,” ujarnya.

Kepada para remaja, Sukadi berpesan untuk aktif dan kritis dalam belajar. “Jangan hanya duduk dan diam. Bertanyalah jika belum paham. Semangat dan ketekunan adalah kunci masa depan,” imbuhnya.

Semangat itu juga terlihat dari peserta. Fahrudin, salah satu remaja yang hadir, mengaku pengajian ini memberi pengalaman spiritual dan intelektual yang bermakna. “Saya merasa mendapat bekal penting. Semoga saya bisa jadi contoh baik untuk teman-teman lainnya,” ujarnya optimis.

Langkah ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata kolaborasi antarlembaga dalam pembinaan generasi muda. Namun, efektivitas kegiatan seperti ini harus diukur secara berkelanjutan.

Apakah materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterapkan? Apakah tindak lanjutnya cukup kuat? Tanpa evaluasi dan pendampingan, pengajian bisa menjadi event rutin yang kehilangan daya ubahnya.

Pengajian lintas PC LDII ini bukan sekadar ajang silaturahim, tapi sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Regenerasi yang disiapkan secara sistematis dan berbasis nilai-nilai luhur adalah kunci menjawab tantangan zaman. Sinergi Patuk, Playen, dan Dlingo adalah contoh yang layak ditiru. (*/alek)

Check Also

Siaga Bencana dan Peduli Sesama, Generus LDII Banguntapan Isi Malam Pergantian Tahun bersama BPBD Bantul

Bantul (8/1) — Kepengurusan Muda-Mudi (KMM) Banguntapan menyelenggarakan Pengajian Akhir Tahun bertajuk “PANGURIPAN #2 (Pengajian Akhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *