Bincang Pelajar Generus, DPD LDII Bantul Bekali Remaja Hadapi Kriminalitas dan Kelola Waktu Secara Bijak

Kegiatan Bincang Pelajar Generus menghadirkan dua pemateri yang memberikan pembekalan moral kepada remaja.

Bantul (30/6) – Pengajian Generus Pelajar bertajuk Bincang Pelajar Generus digelar pada Minggu (28/6/2026) di Masjid Al-Hidayah, Krantil, Sewon. Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD LDII Bantul dan Yogyakarta ini ditujukan bagi generus pelajar jenjang SMP hingga SMA atau usia 13–18 tahun.

Kegiatan tersebut memberikan pembekalan moral kepada remaja melalui tema Kriminalitas pada Remaja dan Pengaturan Waktu antara Kegiatan Ibadah dan Sekolah.

Pada sesi pertama, Edi Suryo menjelaskan bahwa kriminalitas merupakan segala bentuk tindakan yang melanggar hukum dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, berbagai bentuk kriminalitas yang kerap mengintai remaja saat ini antara lain perundungan (bullying), tawuran, pencurian, penipuan daring, penyalahgunaan narkoba, kekerasan fisik, hingga pelecehan seksual.

Edi Suryo memberikan perhatian khusus pada penanganan kasus perundungan. Ia menyarankan para remaja untuk membekali diri dengan kemampuan bela diri sebagai bentuk perlindungan ketika menghadapi tindakan perundungan.

“Peran aktif orang tua sangat diperlukan agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pelaku perundungan. Jika orang tua mengetahui adanya pelanggaran atau perilaku kurang baik pada anak, jangan langsung memarahinya. Telusuri terlebih dahulu akar permasalahannya, kemudian benahi bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua perlu berjiwa besar ketika anak melihat kekurangan atau kesalahan yang mereka lakukan.

“Silakan tiru kami, tetapi jangan tiru kejelekan kami,” ujarnya.

Remaja usia SMP hingga SMA se-LDII Bantul dan Yogyakarta mengikuti kegiatan bertajuk Bincang Pelajar Generus.

Edi menilai pendekatan tersebut penting agar anak tetap merasa dirangkul dan tidak merasa menjadi beban dalam keluarga.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahaya pengaruh negatif teman sebaya. Menurutnya, tindak kejahatan besar sering kali berawal dari pelanggaran kecil yang dianggap sepele atau sekadar coba-coba. Sebagai langkah pencegahan, orang tua perlu menanamkan dan melatih 29 karakter luhur kepada anak. Sementara itu, bagi mereka yang telah terlanjur melakukan kesalahan dan ingin bertobat, ia mengimbau agar berani mengakui kesalahan serta bersedia menjalankan kafaroh.

Pada sesi berikutnya, Abdur Rochman Tri Setyawan, S.M., M.M., menyampaikan materi tentang manajemen pergaulan dan kehidupan digital. Ia mengimbau para remaja untuk selektif dalam memilih lingkungan pertemanan serta mengutamakan bergaul dengan orang-orang saleh agar memperoleh pengaruh positif.

Ia juga memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, kualitas diri yang baik akan membuat seorang remaja mampu menjadi pembeda sekaligus membawa pengaruh positif bagi lingkungannya.

Di akhir sesi, Abdur Rochman menyoroti tantangan era digital, khususnya kecanduan media sosial. Menurutnya, kecanduan tersebut dapat menjadi pintu masuk berbagai perilaku negatif dan mengganggu pelaksanaan kegiatan keagamaan. Salah satu contohnya ialah penggunaan telepon genggam saat pengajian berlangsung atau aktivitas lain yang kurang bermanfaat.

Sebagai solusi, ia mengajak para generus untuk membatasi penggunaan gawai dan mengatur waktu secara bijak. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan kewajiban belajar, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sehari-hari secara seimbang. (Zalfa/*)

Check Also

LDII Bambanglipuro

Pengurus LDII Ikut Mangayubagyo Pulang Haji Pimpinan PC Muhammadiyah Bambanglipuro

Bantul (17/6). Pengurus PC LDII Bambanglipuro menghadiri acara Mangayubagyo pulang haji Pimpinan PC Muhammadiyah Bambanglipuro, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *