
Bantul (1/1) – Dalam upaya menjaga pergaulan generasi muda LDII, Pimpinan Cabang (PC) LDII Kasihan menggelar Pengajian Akhir Tahun dengan tema “Angkringan” pada Rabu, (31/12). Konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan suasana yang santai, akrab, dan membumi, sehingga materi pembinaan dapat diterima dengan lebih mudah oleh generasi muda LDII.
Diikuti oleh puluhan peserta, “Angkringan” ini menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas berbagai persoalan di kalangan remaja dan mahasiswa. Topik yang disampaikan tidak jauh dari realitas kehidupan sehari-hari, khususnya terkait pergaulan, mentalitas, serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Di tengah dinamika pergaulan remaja saat ini, generasi muda LDII diimbau untuk mampu menjaga diri dan bersikap toleran. Generasi muda LDII supaya tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif terhadap kehidupan. Oleh karena itu, “Angkringan” ini menjadi wadah penjagaan untuk generasi muda LDII, terlebih di masa pergantian tahun yang kerap diwarnai dengan berbagai aktivitas diluar batas kewajaran.

Selain itu, generasi muda PC LDII Kasihan juga diberi motivasi dalam menyikapi fase kehidupan di rentang usia mereka. Salah satu fenomena yang disoroti adalah munculnya rasa tidak percaya diri (insecure) akibat membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental apabila tidak disikapi dengan bijak.
Hasim Hidayatullah, salah satu pemateri “Angkringan” menyampaikan supaya generasi muda memiliki mental yang kuat, tidak takut terhadap kritik maupun masukan. Menurutnya, rasa insecure yang berlebihan dapat berujung pada kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
“Ketika membandingkan diri bukan ke arah yang membangun, justru malah melemahkan diri sendiri. Hal tersebut menjadi salah satu sumber ketidakbahagiaan,” jelasnya.
Pengajian yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini, juga menekankan pentingnya memprioritaskan ibadah di tengah kesibukan bekerja maupun pendidikan. Generasi muda LDII diajak untuk tetap meluangkan waktu mengaji sebagai upaya menyeimbangkan aktivitas duniawi dengan amalan ibadah.
“Kita beribadah sejatinya sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, karena Allah telah menjadikan kita mampu memahami hakikat hidup, yaitu beribadah kepada-Nya,” ujar Imron, selaku pemateri.

Melalui kegiatan pengajian akhir tahun ini, PC LDII Kasihan berharap generasi muda semakin memiliki bekal keimanan, mental yang kuat, serta akhlakul karimah dalam menghadapi tantangan zaman. Pembinaan berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda LDII yang profesional religius dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia