
Bantul – Puluhan warga PAC LDII Palbapang mengikuti pengajian rutin pada Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini bertempat di Masjid Baitul Karim Karangasem, Palbapang, Bantul. Dalam kesempatan itu, penasihat PC LDII Sewon, H. Nurhasyim Rowi, hadir menyampaikan materi terakit keharmonisan rumah tangga.
Mewujudkan keluarga yang harmonis merupakan keinginan setiap orang yang beriman. Rumah tangga yang harmonis dapat terwujud apabila setiap keluarga dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. “Membangun keluarga yang harmonis dibutuhkan modal dasar yang menjadi fondasi bagi setiap keluarga, yakni kejujuran. Antara suami istri harus bisa saling mewujudkan kejujuran karena kebohongan akan menjadi bibit ketidakrukunan dalam keluarga,” papar H. Nurhasyim Rowi.
Ia juga menekankan bahwa kejujuran juga harus diterapkan dalam setiap perilaku. “Persoalan yang tampak remeh, seperti masalah utang piutang yang dilakukan istri atau suami pada pihak lain, harus dikomunikasikan secara terbuka,” tambahnya.
Selain itu, H. Nurhasyim Rowi juga menuturkan bahwa keharmonisan rumah tangga dapat terwujud melalui pola komunikasi yang baik antara suami, istri, dan anak-anak. “Semua anggota keluarga harus dapat membangun komunikasi yang baik. Sebuah keluarga harus memiliki rencana yang perlu dimusyawarahkan,” ujar H. Nurhasyim Rowi. Ia menegaskan bahwa musyawarah dalam keluarga harus dihidupkan agar rencana yang akan dilakukan menjadi lebih baik karena hasil musyawarah keluarga.

Rowi, sapaan akrabnya, berpesan kepada para suami dan istri untuk menjadi pendengar yang baik bagi pasangannya. “Seorang suami yang baik harus menjadi pendengar yang baik saat istri bercerita menyampaikan keluh kesahnya, meskipun ceritanya terasa kurang menarik,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa anak yang mau mencurahkan perasaannya kepada orang tua menandakan adanya kepercayaan yang baik. “Anak yang baik tidak menyampaikan keluh kesahnya kepada temannya, apalagi kepada medsos,” ungkapnya.
Sementara itu, ketua PAC LDII Bantul, Nahrowi, menyatakan bahwa sempurnanya keimanan seseorang adalah terletak pada akhlak dan budi pekerti yang baik serta sikap menyayangi keluarga. Nahrowi juga mengemukakan bahwa seorang suami yang baik harus memiliki kepekaan yang baik terhadap kondisi yang terjadi dalam keluarganya. “Jika istrinya sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seorang suami juga harus tanggap dengan membantu kesibukan istrinya,” terangnya.
Hal itu juga sesuai dengan hadis yang diajarkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga membantu kesibukan dan kerepotan istrinya di rumah. Nahrowi berpesan kepada seluruh warga LDII Palbapang untuk dapat menjaga keharmonisan dan keromantisan di dalam keluarga. Hal ini dapat dilakukan dengan senantiasa mengingat niat yang diucapkan dahulu ketika ingin menjadi suami dan istri yang baik.

Selain itu, Nahrowi juga menyelipkan pesan bahwa ketika suatu rumah tangga terjadi masalah yang sifatnya kecil, hendaknya jangan dibesar-besarkan. Ini bertujuan agar tidak mengganggu keharmonisan rumah tangga. “Misalnya, seorang istri menyajikan masakan terlalu banyak garam, maka seorang suami hendaknya tetap bisa menerima dan memakluminya sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ini contoh masalah kecil yang sering terjadi dan tidak perlu dibesar-besarkan,” tuturnya.
Di sisi lain, salah satu warga LDII Palbapang, H. Rahmad Heri Purwito, S.E., mengungkapkan bahwa tema yang disampaikan pada pengajian ini sangat bagus karena bertujuan untuk mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga.
Hal senada juga disampaikan oleh warga lain, Sri Hartana, S.Pd., yakni setiap rumah tangga memang harus memiliki konsep yang jelas untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membangun sikap saling percaya, saling memperhatikan, dan tidak mengedepankan egoismenya masing-masing. “Secara teori semua itu mudah diucapkan, tetapi dalam praktik sehari-hari perlu komitmen, kesabaran, dan senantiasa terus belajar dan berlatih agar bisa mewujudkan keinginan yang mulia ini,” pungkasnya. (Anggra/*)
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia