
Bantul (7/11) — PPG Alkarima dibawah naungan DPD LDII Kabupaten Bantul sukses menggelar pengajian generasi penerus LDII dengan tema “Education and Business Development”. Kegiatan berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Nur Aisyah, Pulokadang, Jetis, Bantul, pada Minggu (26/10). Diikuti ratusan generus LDII berusia 19–30 tahun, dengan tujuan membekali mereka wawasan dunia kerja dan kewirausahaan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Muhammad Choiri, S.Psi, seorang HR Consultant, dan Adimas Setya Nugroho, S.T, seorang pengusaha jasa kontraktor. Keduanya membagikan pengalaman dan pandangan praktis mengenai dunia kerja, pengembangan usaha, serta pentingnya keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Dalam pemaparannya, Choiri menyoroti fenomena banyaknya masyarakat siap kerja, namun hanya sedikit yang terserap. Menurutnya, sekitar 80% karyawan keluar dalam tiga bulan pertama bukan karena kurang kemampuan teknis (hard skill), melainkan karena lemahnya soft skill.
“Banyak anak muda terlalu selektif dan cepat mengambil keputusan tanpa observasi mendalam. Padahal, menjadi karyawan adalah tahap belajar sebelum menjadi pengusaha,” ujarnya.
Choiri juga menekankan pentingnya disiplin, baik dalam ibadah maupun pekerjaan, serta memperhatikan cara menampilkan diri dalam dunia profesional.
“Kedisiplinan dalam ibadah mencerminkan kedisiplinan dalam bekerja,” tambahnya.
Sementara itu, Adimas membagikan tips memulai usaha agar tidak tergesa-gesa. Ia memperkenalkan “Metode Sosrobahu”, yaitu bekerja secara efisien dan saling membantu antar rekan. Menurutnya, calon pengusaha harus menetapkan target yang jelas, menyiapkan mental yang kuat, serta tidak menunggu kesempurnaan untuk memulai.
“Mulailah segera, evaluasi sambil berjalan. Jangan hanya fokus pada hasil yang instan, tapi nikmati prosesnya itu. Selain itu, ridho orangtua juga menjadi kunci keberhasilan” pesan Adimas.
Baik Choiri maupun Adimas sepakat bahwa ibadah, ilmu, dan ridho orang tua merupakan fondasi utama dalam mencapai keberhasilan hidup.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan seluruh peserta sangat antusias. Terlihat dari banyaknya peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Icha, menyampaikan bahwa acara pengajian ini memberikan manfaat yang sangat besar.
“Tentunya acara ini supaya bisa sering dilaksanakan, temanya pun sangat cocok dengan usia generus saat ini yang sedang melalui masa pencarian dalam berkarir”, ujar Icha.
Choiri juga memberi apresiasi terhadap acara ini yang dinilainya dapat memberi semangat dan rasa percaya diri bagi generus LDII. Ia menyebut bahwa generus LDII memiliki unique selling point (USP) berupa keseimbangan antara dunia dan akhirat—hal yang menjadi nilai tambah di dunia kerja.
Baik Choiri maupun Adimas menyarankan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin, minimal satu hingga dua kali setiap tahun, dengan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan manfaat bagi peserta.
DPD LDII BANTUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia